Apa itu
XML?
Dan kenapa? Apa keistimewaannya? Kenapa bukan XL saja? Kenapa harus
ada huruf M? Kenapa ketiga-tiganya harus digunakan? Apa tidak cukup
dengan yang berukuran L saja? Atau M saja? Atau X saja? Kenapa manusia
begitu serakah sehingga rela menggabungkan ketiga ukuran itu, lalu
menjadikannya sebuah format dokumen yang baru? Kenapaaaaa....?
Dan
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan aneh seperti itulah... artikel ini
kami buat-buat. Dan kami memang sengaja membuat artikel ini menjadi
sedikit aneh dan bertele-tele. Kenapa? Itu tidak lain dan tidak bukan
disebabkan karena kami sadar sesadar-sadarnya... masih banyak umat
manusia di dunia ini yang hingga kini masih sama sekali belum
mengenal, apalagi menyadari betapa berharga dan bermanfaatnya
XML itu.
Padahal
saat ini... sudah sangat banyak sekali industri-industri yang telah
berhasil menemukan, menggunakan, memanfaatkan, dan merasakan keajaiban
dan kehebatan XML. Dunia blogging contohnya. Ga percaya? Baik... apa
kau punya blog di blogspot? Pernah mengganti templatenya? Coba
perhatikan formatnya, XML bukan? Contoh lain... apa kau termasuk salah
satu penggemar RSS? Pernah memperhatikan format yang digunakan oleh
RSS? XML bukan?

Nah...
sudah terbukti bukan? Contoh-contoh tadi rasanya sudah dapat
memberikan sedikit gambaran mengenai industri-industri yang telah
memanfaatkan XML.
Disadari atau tidak, secara langsung atau
tidak langsung, mungkin kita pernah merasakan betapa nikmatnya dapat
bersentuhan dengan format XML. Nah, tidakkah kau ingin mengenal lebih
dekat dengannya? Tidakkah kau juga ingin bisa memanfaatkannya?...
Tidak?
Meski bibir mu berkata tidak, tapi kami yakin hati mu
berkata lain. Keyakinan itu kami dapat berdasarkan fakta bahwa bibir
tak selalu kompak dengan hati. Maka dari itu, kami memaksakan diri
untuk tetap bercerita panjang lebar mengenai XML. Begini ceritanya...
Sebagai
internet maniak, kamu mungkin sudah sangat akrab dengan HTML, betul?
Dan sebagai internet marketer, kamu juga mungkin sudah sangat akrab
dengan kegagalan, betul? Dan sebagai internet maketer yang gagal, kamu
pasti sudah akrab dengan keputus-asaan, betul? Dan sebagai seorang yang
putus asa, kamu pasti merasa sangat dekat dengan kematian, betul?
Nah... sekarang, coba jawab, apa hubungan semua pertanyaan itu dengan
XML?
Yup, kamu betul, jika kita coba dan paksa menghubungkannnya,
maka kita bisa melihat adanya hubungan dan keterkaitan yang erat
antara semua pertanyaan itu, dengan
XML, contohnya hubungan antara HTML dengan XML. Tahukah engkau teman, bahwasanya
HTML dan XML itu sebenarnya berasal dari satu garis keturunan yang sama, yaitu keluarga besar
Markup Languange.
Coba
perhatikan kesamaan yang terdapat pada dua huruf terakhir dari HTML dan
XML... yup... yaitu ML, yang diambil secara paksa dari singkatan
Markup Languange atau Bahasa Markup. Dan sebagai dua jenis bahasa yang
memilki garis keturunan yang sama, maka mau tidak mau, mengakui atau
tidak mengakui, berarti mereka sebenarnya berasal dari induk bahasa
yang sama, yaitu
Standard Generalized Markup Language atau disingkat
SGML.
Akan
tetapi... however... meski mereka berasal dari satu induk yang sama,
tentu saja mereka tetap harus memiliki perbedaan, betul? Tidak seperti
saudaranya (HTML) yang memiliki tag atau syntax-syntax yang telah di
defenisikan, format XML tidak memiliki predefined tag atau tag yang
telah didefinisikan. Itu artinya, kamu, dia, kalian, dan mereka, atau
siapapun yang ingin membuat dokumen XML, bebas untuk membuat tag-nya
sendiri.
Gimana? Makin bingung? Tenaaaang... jangan putus asa
dulu kawan.... jalan kita masih panjang. Untuk sedikit mengurangi
kebingungan mu itu, coba kita ingat-ingat lagi cerita fiktif kita
mengenai HTML. Disitu diceritaken bahwa, dokumen yang berformat HTML
itu menggunakan tag-tag tertentu untuk membuat struktur, memformat
tampilan, dan menampilkan isinya, betul?
Contohnya untuk membuat paragraph, HTML akan menggunakan format
<p
>....
p>. Atau tag <b>......b>.untuk
mencetak tebal, dan seterusnya, betul? Nah, sedangkan XML tidak
memiliki tag-tag seperti itu. XML membebaskan mu untuk membuat tag mu
sendiri, asalkan tetap menuruti aturan-aturan yang telah ditentukan.
Itulah sebabnya kenapa kau mungkin sering menemukan dokumen XML yang
tag-nya sangat jauh berbeda antara satu dengan yang lain.
Dan tidak seperti tag-tag HTML yang berfungsi sebagai
perintah untuk browser tentang bagaimana suatu dokumen HTML harus ditampilkan, tag-tag XML hanya berfungsi sebagai pemisah, yup...
PEMISAH. Yaitu memisahkan antara
Data dengan
Context. Tag-tag XML tidak lain dan tidak bukan hanya berfungsi untuk menunjuk dan mendefinisikan struktur dari suatu dokumen XML.
Untuk
lebih jelasnya... misalkan begini... Katakanlah kau ingin membuat
katalog yang berisi tidak kurang dari 10.000 koleksi eBook mu. Di dalam
katalog itu, kau ingin mendata dan mengelompokkan setiap eBook
berdasarkan:
- Judul
- Penulis
- Penerbit
- Harga
- Tema
- ISBN
Setelah
itu, kau ingin menampilkan... dan bahkan jika memungkinkan...
menjualnya melalui website atau blog mu. Nah, pertanyaannya...
bagaimana kau bisa melakukannya dengan mudah? Coba kau bayangkan
bagaimana seandainya kau melakukan itu hanya dengan menggunakan format
HTML biasa. Sangat melelahkan bukan?
Tapi berkat XML, pekerjaan
mu itu jadi jauh lebih ringan. Dengan XML, pekerjaan-pekerjaan seperti
contoh diatas jadi lebih mudah untuk dilakukan. Dengan XML, kamu bisa
mendata dan mengelompokkan, dan menyortir eBook-eBook itu dengan cepat
dan mudah. Yaitu dengan cara membuat kode-kode seperti contoh dibawah
ini:
<ebook>.
<Judul>Belajar Internet</Judul>.
<Penulis>Qjoko Blo'on</Penulis>.
<Penerbit>PT. Rindu Order</Penerbit>.
<Harga>Rp. 50.000</Harga>.
<Tema>Marketing</Tema>.
<ISBN>1129450</ISBN>.
</ebook>.
Coba
perhatikan contoh kode atau tag-tag XML diatas, lalu bandingkan dengan
tag-tag HTML,pastinya sudah bisa melihat perbedaannya dung...
Semoga bermanfaat..