December 24, 2012

Jenis Mahasiswa Dilihat Dari Lama Kuliahnya

bintancenter.blogspot.com - Jenis Mahasiswa Dilihat Dari Lama Kuliahnya
Jenis Mahasiswa Dilihat Dari Lama Kuliahnya
Tahukah Anda - Jenis Jenis Mahasiswa Dilihat Dari Lama Kuliahnya

Manusia selalu berubah. Seiring dengan berjalannya waktu, pengalaman yang didapatkan, serta perubahan lingkungan, manusia selalu membuat perubahan-perubahan dalam hidupnya agar lebih baik.

Salah satu tahap dalam hidup manusia yang penuh dengan perubahan adalah saat mereka kuliah. Selain jadwal yang selalu berubah setiap semesternya, mahasiswa pun berevolusi, seiring dengan lamanya mereka berada di kampus.

Setelah melakukan penelitian intensif selama bertahun-tahun. akhirnya kita berada pada satu kesimpulan bahwa...


Pas tingkat 1, biasanya mahasiswa masih adaptasi sama lingkungan dan orang-orang baru, biasanya pakaiannya lumayan rapih, biar pencitraannya bagus gitu, apalagi di hadapan lawan jenis. Dan karena ketemu temen-temen baru, masih suka jaim, belom ketauan belang-belangnya. Tingkat 1 adalah waktu untuk membangun pencitraan.

Kalo soal kuliah, biasanya masih semangat-semangatnya. Semua buku dibawa, dari buku wajib (yang asli impor, harganya 500 ribu), buku suplemen dari perpus, catetan, dan laptop. Kalo ada asistensi/tutor/lab jam 7 malem pun pasti dijabanin. Tugas? Pastinya dikerjain banget!


Di tingkat 2 ini biasanya lagi betah-betahnya di kampus, tapi bukan buat kuliah. Setelah mengerti trik-trik ampuh titip absen dan cabut kuliah, anak-anak tingkat 2 ini mulai menyadari kalo kuliah cuma masuk kelas doang itu nggak asik. Mereka mulai aktif di organisasi, ikut kepanitiaan acara ini itu, gabung di perkumpulan mahasiswa, masuk klub olahraga kampus, ikut seminar dll.

Biasanya mereka dateng pagi ke kampus. Terus setor muka sama absen di kelas sebentar, abis itu mulai sibuk rapat, team building, seminar ini itu. Penampilan juga udah nggak serapih tingkat 1. Udah mulai akrab sama temen-temen baru, gebetan juga udah dapet, jadi mulai cuek. Biasanya ke kampus pake kaos yang ada logo universitasnya gitu.


Di tingkat 3, biasanya udah jarang keliatan di kampus. Bukan karena bolos, tapi jadwal kuliah biasanya udah nggak sepadet 2 tahun pertama. Kalo dulu bisa tiap hari masuk, sekarang bisa cuma 3-4 hari ada kelas. Akibatnya, pas tingkat 3 ini jadi lebih sering jalan-jalan ama seneng-seneng ketimbang kuliah. Karena itu, biasanya pakaiannya lebih cocok buat ke mall daripada ke kampus.

Karena jadwal yang lowong ini, masuk kelas biasanya cuma selewat aja. Anak tingkat 3 dateng pagi/siang pas ada kelas, abis selese kelasnya langsung cabut ke tempat lain. Kepanitiaan dan organisasi juga udah nggak se-intense tingkat 2. Karena udah senior, jabatan yang dipegang juga lebih tinggi. Jadi kerjaannya udah nggak ribet waktu masih jadi staf biasa.


Tingkat 4 identik dengan skripsi atau tugas akhir. Dan segala aspek kehidupan mahasiswa di tingkat 4 ini, semuanya dipusatkan ke skripsi tersebut. Walaupun kelas tinggal 1 atau bahkan enggak ada, mereka tiap hari nongol di kampus, entah ngetik di perpustakaan ditemani dengan 2 buku yang dibuka plus beberapa fotokopian jurnal atau ngejar-ngejar dosen pembimbing.

Gizi mahasiswa tingkat 4 ini biasanya juga buruk, karena stress mikirin skripsi. Muka-mukanya biasanya beler gara-gara kurang tidur ato bete gara-gara skripsinya abis diacak-acak sama dosen pembimbing. Mahasiswa tingkat 4 juga biasanya nggak punya kehidupan sosial yang aktif.


Kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Di dunia kuliah pun sama. Setelah 4 tahun berjuang keras supaya bisa lulus cepet, ternyata ada aja hal yang bisa menghalangi. Dari ada kelas yang nyangkut, atau dosen pembimbing sensi sama kita, jadinya nggak dilulus-lulusin. Dengan terpaksa, ada beberapa mahasiswa yang harus berevolusi ke mahasiswa semester 9 (dan seterusnya).

Jenis yang satu ini banyak ragamnya. Ada yang makin jarang ke kampus karena sibuk sama kerjaan lain (atau udah bodo amat sama kuliahan). Ada yang masih rajin ke kampus karena masih banyak kelas yang belom lulus. Ada juga yang nyangkut di perpustakaan, berusaha keras buat nyelesein tugas akhir yang susahnya setengah mati. Ada juga yang gak jelas ngapain, tapi tiap hari ke kampus, dianggap tetua, trus hobinya gangguin anak-anak tingkat 1. Walaupun jenis ini beraneka ragam, mereka punya sebuah kesamaan, yaitu sebuah alergi dan jangan pernah menanyakan 2 kata ini pada mereka atau mereka. bakalan ngamuk : "Kapan lulus ?"

7 Sebab Mahasiswa Lama LULUS Kuliahnya

bintancenter.blogspot.com - 7 Sebab Mahasiswa Lama LULUS Kuliahnya
7 Sebab Mahasiswa Lama LULUS Kuliahnya
Tahukah Anda - Kenapa Mahasiswa Lama Kuliahnya ,Mungkin Disebabkan oleh yang dibawah ini !



Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.



Kalah dalam persaingan SPMB/UM PTN/PTS yang memiliki jurusan-jurusan favorit, menyebabkan banyak mahasiswa memilih jurusan lain (yang tidak diminati) sebagai pelarian ketika tidak diterima. Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa kuliah meski jurusan itu bukan yang diminati.



Anak Mami kalau kita sering sebut, terkadang juga menjadi faktor kuliah lama. Rendahnya pengawasan dari orang tua (jauh dari ortu) terkadang kebebasan itu dimanfaatkan secara berlebihan. Kerjanya maen, pacaran, begadang tiap malam, nongkrong sana-sini dan lain-lainnya.



Tingkat Intelegency Emotional (IE) yang lebih besar daripada IQ mendorong mahasiswa untuk lebih senang berorganisasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan melakukan kegiatan-kegiatan atau bergabung dengan Ormas daripada belajar. Kesibukannya itu terkadang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan juga waktu sehingga kuliah terabaikan dan bukan prioritas lagi.



Soft Skill yang dimiliki mahasiswa mendorong untuk menjadi hobi. Hobi kalau dilakukan secara wajar itu baik, tapi kalau berlebihan, pasti mengganggu kegiatan lainnya. Beberapa hobi seorang mahasiswa antara lain: ngegame, ngeband, billiard, Playstation, ngenet, Futsal, dll.



Kerja terkadang dibutuhkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu ataupun untuk menambah uang saku. Tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang terlena dengan pekerjaannya itu. Alasannya simple, ujung akhir dari kuliah adalah mendapat gelar sarjana yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari kerja sehingga menghasilkan uang. kalau kuliah saja sudah bisa punya uang sendiri, kenapa harus buru-buru lulus? Makanya mereka lebih senang kerja daripada ngurusin kuliahnya.



Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka lebih milih lama kuliah daripada lama nganggur. Prinsipnya : Rezeki itu sudah ada yang ngatur, dan kalau sudah rejeki, gak bakal kemana. Jadi, buat apa cepat-cepat lulus kalau ujung-ujungnya nganggur? Yang sudah sarjana saja banyak yang nganggur kok.

Tidak Perlu Berkorban Lebih Untuk Memulai Cinta

bintancenter.blogspot.com - Tidak Perlu Berkorban Lebih Untuk Memulai Cinta
Tidak Perlu Berkorban Lebih Untuk Memulai Cinta
Tahukah Anda - Seperti yang sudah kita ketahui bahwa cinta atau hubungan in-relationship itu membutuhkan 2 orang, it takes two to tango, seharusnya baik pria maupun wanita melakukan segala sesuatu demi pasangannya.

Saya tidak akan menyangkal bahwa wanita sudah berkorban juga. Wanita merasa berkorban contohnya bila mereka harus pergi bersama pacarnya walaupun tadinya dia diajak oleh teman-temannya pergi shopping, atau tidak keluar malam apabila tidak diperbolehkan oleh pacarnya.

Tapi bila sang pria melakukan hal yang sama dan menuruti setiap permintaan kekasihnya, di mata wanita hal tersebut BUKANLAH sebuah pengorbanan. Bahkan ketika sang pria mengantar jemput sang wanita dengan cukup rutin, hal itu juga sering kali tidak dilihat sebagai pengorbanan!

Hal-hal tersebut di lihat wanita sebagai KEWAJIBAN pria! Hal yang aneh, bukan?
Sedikit bahasan untuk masuk ke topik yang sebenarnya.

Di atas saya mengatakan bahwa pengorbanan/melakukan sesuatu demi pasangannya adalah hal normal. Ya, benar itu adalah normal apabila kamu lakukan untuk PASANGAN ANDA YANG RESMI!

Memulai cinta atau hubungan seharusnya dimulai dengan saling mengenal satu sama lain, namun yang dilakukan malah sebaliknya. Baik pria maupun wanita yang sedang tertarik dengan seseorang (baca: gebetan) akan berusaha melakukan semua yang diinginkan oleh orang yang disukainya.

Dengan kata lain, kamu tidak menjadi diri sendiri ketika sedang PDKT. Kamu berusaha memberikan pelayanan dan image terbaik tentang diri kamu untuk sang gebetan. Kamu sedang PROMOSI!

Seperti yang terjadi baru-baru ini, salah satu teman saya sedang melakukan PDKT pada seorang wanita yang sudah dikenalnya cukup lama. Teman saya itu berusaha selalu bersedia dan siap untuk menjemput sang wanita, maupun mengantarnya pulang ketika mereka pergi hang-out.

Anggukan kepalamu apabila Anda pernah melakukannya!

Satu lagi cerita temen SMA saya, temen saya ini cewek, dia dekat dengan cowok. Saya beri inisial cowok ini F. Pendek cerita, hubungan teman saya dan F semakin dekat. F mulai menunjukan tanda-tanda untuk melanjutkan hubungan ini lebih dari sekedar teman dekat atau biasa kita mnyebutnya gebetan.

Tapi karena teman saya sedang mempersiapkan ujian untuk bisa lolos di salah satu universitas negri di Bandung, Jadi mereka menunda status jadian mereka. Teman saya juga pergi ke bandung supaya belajarnya fokus dan tempat ujiannya juga di bandung.

Ketika teman saya kembali ke Jakarta, dia berjanji akan menemani F sepenuhnya dan melewati hari-hari yang menyenangkan. Tapi ternyata dia sudah memiliki perilaku yang cukup berbeda dan hubungan kami menjadi renggang. Akhirnya dia mengaku bahwa SEMUA HAL BAIK YANG DIA LAKUKAN ITU KARENA DIA SEDANG PDKT.

PPPPUUUUUFFFFTTTTTT!!! Semua perasaan sayang, suka, bersalah, HILANG digantikan dengan perasaan LEGA karena teman saya hampir salah dalam memilih partner.

Dapatkah kamu membayangkan bahwa ketika wanita/pria begitu baik dan perhatian terhadap kamu, itu sebenarnya ternyata hanya untuk menimbulkan rasa suka dalam diri kamu. Dapatkah kamu bayangkan bahwa kamu akan berpacaran dengan orang yang berbeda sikapnya dari sewaktu masa-masa PDKT.

Yang ideal adalah, ketika kamu sudah jadian dengan pasangan kamu, maka justru seharusnya kedua pihak menjadi bersikap JAUH lebih baik dan lebih perhatian satu sama lain, daripada ketika masa-masa PDKT. Namun kebanyakan yang terjadi adalah sebaliknya.

Makanya ketika jadian, dinamika hubungan yang terjadi akan menjadi kacau. Mulai adanya perselingkuhan, tidak lagi saling peduli, dll.

Dari kedua cerita diatas dapat kamu ketahui, bahwa ketika kamu melakukan pengorbanan di awal, bahkan sebelum hubungan itu terjadi, hanya akan membawa pada kehancuran:

1. Hancur saat itu juga, karena itu jelas menunjukkan bahwa Anda NGAREP! Soal ngarep akan saya bahas di tulisan berikutnya.

2. Hancur di kemudian hari. Baik bentuknya adalah putus ataupun jenis hubungan yang tidak berkualitas dan berantakan.

Ketika kamu berusaha menunjukkan diri kamu yang suka berkorban demi dirinya, bagi sang gebetan itu adalah hal NORMAL! Itu adalah kewajibanmu karena kamu yang MENGEJARNYA!

Dan ketika kalian berdua jadian dan menjalani hubungan pacaran, sang pasangan akan mengharapkan lebih karena dia sekarang adalah pacar kamu! Pengorbanan kamu harus lebih besar dari pada sewaktu masih PDKT. Ketika kamu sudah habis-habisan di masa PDKT, APALAGI YANG AKAN KAMU KORBANKAN KETIKA PACARAN?

Akhirnya harga dirimu pun dikorbankan.



1. Bersikaplah seperti biasa ketika bertemu dengan gebetan. Lakukan padanya hal-hal yang juga Anda lakukan pada orang lain. Dengan kata lain: biasa saja, jangan berlebihan!

2. Mulailah berinvestasi untuk dirimu sendiri. Kalau selama ini kamu rela berkorban untuk gebetan yang nantinya akan pergi dari hidupmu, kenapa kamu tidak mau berinvestasi untuk dirimu sendiri yang akan selalu menemani sampai liang kubur?

Ketika kamu melakukan sesuatu untuk gebetan di luar sana itulah artinya BERKORBAN, tapi apabila kamu melakukannya untuk dirimu sendiri itu adalah INVESTASI.

Jadi Kaya Karna IDE BRILIAN

bintancenter.blogspot.com - Jadi Kaya Karna IDE BRILIAN
Jadi Kaya Karna IDE BRILIAN
Tahukah Anda - Terkadang gagasan yang tiba-tiba muncul di kepala, walau seolah terlihat sepele bisa menjadi penemuan baru. Selain bermanfaat bagi orang banyak, juga membuat si penemu kaya raya. Ini contohnya:




Jadi Kaya Karna IDE BRILIAN bintancenter









Sekitar tahun 1951, Ms Graham menjadi sekretaris eksekutif yang sering mengetik dokumen penting. Agar tak usah mengulang mengetik dokumen setiap kali ada salah ketik, ia menggunakan cat putih yang ia ramu sendiri. Ternyata cat putih plus kuas kecil yang dinamakannya Mistake Out itu disukai teman-temannya juga. Akhirnya ia mendirikan pabrik Mistake Out.

Pada tahun 1972, omset usahanya sudah lima juta botol Mistake Out setiap tahunnya. Ketika ia meninggal tahun 1980, kekayaannya mencapai 47,5 juta dolar AS. Siapa sangka ide kecil itu bisa membuatnya kaya.
Mistake Out dikenal juga sebagai Liquid Paper, atau kita menyebutnya "Tipe-X".



bintancenter - Jadi Kaya Karna IDE BRILIAN









Capek berkali-kali menempelkan perban pada jari istrinya yang sering terluka saat mengiris makanan di dapur, Earle Dickson menemukan cara jitu. Ia menggunting kain kasa kecil lalu menempelkannya di selotip.
Dengan cara ini, kain kasa jadi mudah ditempelkan pada luka kecil. Ternyata ide yang dimunculkan pada sekitar tahun 1920-an itu cukup brilian sampai-sampai perusahaan tempatnya bekerja, Johnson & Johnson memproduksinya secara massal dan Earle Dickson sendiri diangkat menjadi wakil presiden Johnson & Johnson.



bintancenter - Jadi Kaya Karna IDE BRILIAN









Ia kehabisan cantelan jaket di dinding saat tiba di tempatnya bekerja. Albert J. Parkhouse, yang bekerja di pabrik kawat pada sekitar tahun 1903 akhirnya menemukan ide. Kawat ia bentuk oval dengan dua ujung kawat disatukan sehingga menjadi kaitan. Dengan kawat bentukan, itu ia bisa menggantungkan jaket dan mencantelkannya dengan mudah di dinding, tanpa mengganggu jaket lain yang ada di sana. Itulah awal ditemukannya gantungan baju.

Sekarang siapa yang tak membutuhkan gantungan baju? Ide kecil itu kini jadi bisnis besar. Inilah bukti bahwa masalah kecil bisa jadi ide sukses yang luar biasa.



bintancenter








Bagaimana cara membuat catatan yang mudah ditempel, mudah dilihat, dan mudah pula dilepas? Arthur Fry punya caranya. Idenya didapat dari temannya yang memanfaatkan lem gagal (tidak lengket) sebagai bahan penempel kertas untuk menandai halaman di kitabnya.

Arthur lalu mengembangkannya menjadi produk yang belakangan dikenal sebagai Post-it.Post-it, ide kecil itu, kemudian menjadi produk andalan 3M (perusahaan yang mempekerjakan Arthur) dan menjadi bisnis besar. Kini, dunia mengenalnya sebagai "kertas catatan tempel" yang populer.




bintancenter - Jadi Kaya Karna IDE BRILIAN







Anak pertama Toru Kumon, seorang guru matematika SMA di Jepang, sulit belajar matematika. Kumon lalu membuat metode (modul) pelajaran matematika bagi anaknya agar memudahkannya memahami ilmu hitung ini pada tahun 1954. Metode itu ia namakan Metode Kumon. Ternyata dengan metode itu anaknya bisa mengikuti pelajaran matematika dengan sangat baik. Setelah itu para tetangganya ingin mencoba metode yang sama. Kumon lalumendirikan Kumon Center.

Kini sebanyak 26.000 Kumon Center berdiri di 44 negara dengan pola pengembangan jaringan franchise.

Jadi, tak ada salahnya membiarkan pikiran mengembara mencari ide-ide kreatif. Tak heran, orang-orang yang bekerja di bidang kreatif selalu dianjurkan memiliki pola pikir yang "out of the box". Dari ide-ide yang tak lazim maka penemuan-penemuan baru bermunculan.

Pastinya, 5 penemu di atas bermula dari pengamatan terhadap sesuatu hal, lalu membiarkan pikiran mencari solusi. Dari sana muncullah ide. Awalnya hanya ada dalam "impian". Akhirnya kesuksesan diraih ketika bangun dan menangkap mimpi, serta menjadikannya kenyataan.